SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta saran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik, dan para zuriat ulama yang dimakamkan di Pantai Ujung Pandaran, terkait penanganan abrasi yang melanda Kubah seorang ulama bernama Syekh Abu Hamid bin Syekh Haji Muhammad As`ad Al Banjary. 

"Kami akan paparkan apa saja langkah yang akan diambil, terutama konsep penanganan yang direncanakan di kubah tersebut," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kotim Machmoer, Senin, 31 Mei 2021. 

Sehingga, hasil dari pertemuan tersebut nantinya yang akan dilaksanakan oleh pemerintah dalam penanganan abrasi di sekitar kubah tersebut. Hal itu dilakukan, agar pemerintah daerah tidak disalahkan, dan tidak salah dalam mengambil langkah. 

"Hal ini adalah upaya kami dalam menghindari terjadinya polemik ditengah masyarakat," kata Machmoer. 

Sementara, saat ini jalan menuju kubah tersebut sudah terputus dampak dari abrasi. Sehingga, masyarakat yang hendak ziarah harus menyewa perahu kelotok milik masyarakat. 

--page

Selain itu, dampak abrasi juga sudah merobohkan sebuah mushala yang ada di samping kubah tersebut. Dan saat ini kondisi makin parah hingga abrasi sudah hampir merusak kubah tersebut. 

"Ada beberapa opsi yang kami tawarkan nantinya, rencana besok akan dilakukan rapat tersebut. Mudah-mudahan ada solusi yang terbaik," harap Machmoer. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)