BORNEONEWS, Sampit -Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur disarankan meniru komitmen dan konsistensi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam membantu kegiatan keagamaan.
Upaya ini sangat memungkinkan jika bertolak dari besaran APBD hanya Rp1 triliun lebih, Palangka Raya bisa memberikan perhatian yang baik terhadap umat beragama.
Komisi III melaksanakan kunjungan kerja ke Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Palangka Raya. Berbagai informasi didapat dalam kegiatan tersebut.
Dadang H Syamsu, anggota komisi tersebut mengaku salut dengan perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap bidang keagamaan.
Perhatian itu diberikan secara proporsional kepada semua agama. Bentuk perhatian itu misalnya memberikan bingkisan pada hari raya keagamaan kepada semua agama. Pemerintah kota juga memberikan insentif setiap bulan sebesar Rp500.000 kepada pendidik di semua agama.
"Masyarakat tidak menilai dari besaran uang yang diberikan, tapi bentuk perhatian pemerintah kota terhadap bidang keagamaan," katanya, Jumat, 10 Desember 2021.
--page
Kebijakan itu bahkan ditetapkan melalui peraturan wali kota setempat sehingga akan diteruskan oleh pemerintahan periode berikutnya.
Ketua Fraksi PAN ini berharap kebijakan serupa bisa diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai bentuk perhatian yang lebih besar terhadap kegiatan keagamaan. Apalagi bidang keagamaan merupakan bidang yang juga bersentuhan langsung dengan hak masyarakat.
Dengan APBD Kotawaringin Timur sekitar Rp1,9 triliun pada 2022, Dadang berharap perhatian terhadap bidang keagamaan bisa ditingkatkan. Rencana pemberian insentif untuk guru ngaji juga diharapkan bisa direalisasikan dengan baik.Pembinaan keagamaan dinilai mempunyai peran penting di masyarakat. Secara tidak langsung ini juga membantu tugas pemerintah daerah dalam bidang kemasyarakatan melalui penguatan keagamaan. (NACO/B-11)









