SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Panitia Hari Besar Agama Islam (PHBI), menggelar lomba azan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. 

Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah pemerintah dalam upaya untuk mencetak generasi muda yang berkualitas dan berakhlak. Demi, kehidupan yang agamis di masa yang akan datang. 

"Sejak dini anak-anak harus ditempa, dibina, agar anak memiliki budi pekerti luhur, kreatif, inovatif, serta berakhlak mulia. Salah satunya melalui lomba azan ini," ujar Bupati Kotim Halikinnor, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Gema Muharam 1444 Hijriah, Senin malam, 29 Agustus 2022. 

Dirinya menjelaskan bahwa secara keislaman, azan dikumandangkan di masjid oleh seorang muazin, dan merupakan panggilan ibadah untuk umat muslim dalam menunaikan salat wajib. 

"Banyak irama azan yang merdu dan menyentuh hati. Sehingga, dapat memanggil umat muslim untuk melaksanakan salat. Dan itulah menjadi alasan kami untuk menggelar lomba azan ini," kata Halikinnor. 

--page

Halikinnor juga mengatakan bahwa Allah telah berjanji untuk seorang muazin bahwa mereka akan dimintakan ampunan oleh semua benda yang ada di bumi. 

"Artinya, seorang muazin akan dimintakan ampunan oleh seluruh benda baik yang kering maupun basah, sejauh jangkauan suara azan yang dikumandangkannya," terang Halikinnor. 

Dirinya berharap dengan adanya lomba azan tersebut dapat menjadi penyemangat dan motivasi bagi anak-anak di Kotim, untuk terus mempelajari tentang lantunan suara azan yang merdu. Karena dari mereka inilah akan terlahir muazin yang menjadi pemanggil umat muslim di Kotim maupun penjuru negri nantinya untuk datang ke masjid. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)