BORNEONEWS, Sampit - Di samping memfasilitasi pihak Provinsi dalam pengadaan pasar murah, rencananya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga akan mengadakan program pasar murah secara mandiri.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Zulhaidir saat memantau pelaksanaan pasar murah di Taman Kota Sampit pada Minggu, 18 September 2022.
"Rencananya kita akan mengadakan pasar murah kembali nanti sebulan dua kali, dimulai sejak bulan Oktober nanti sampai dengan bulan Desember," sebut Zulhaidir.
Menurutnya, pasar murah diadakan dalam rangka pengendalian inflasi dengan aliran dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Kotim yang saat ini masih tersedia sekitar Rp. 4 miliar, dan merupakan instruksi presiden yang diteruskan sampai ke tingkat Kabupaten tersebut, yang mana diketahui Kotim merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Tengah dengan inflasi tertinggi yakni diatas 7 persen.
Dia berharap, dengan rutinya kehadiran pasar murah dapat menjadi penyeimbang harga di pasaran, sehingga harga tidak merangkak naik.
--page
"Nanti kita akan lihat dua pasar yang menjadi titik pengendalian inflasi bagaimana pengaruhnya dengan adanya pasar murah ini, biasanya ada harga yang turun seperti kemaren itu harga cabe turun sampai 9 persen," ujarnya.
Menurutnya, selain sebagai stabilisasi harga pasar murah juga diadakan dalam rangka memastikan ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat Kotim khususnya. (NOOR ANNISA/B-5)









