BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), telah meluncurkan sebuah aplikasi sistem pinjam pakai (Sipimakai) untuk pengelolaan excavator.
Aplikasi itu diluncurkan sebagai upaya agar ada adanya transparansi terkait penggunaan excavator, yang merupakan bantuan pemerintah daerah untuk 15 kecamatan.
"Kami menilai perlu sebuah aplikasi agar penggunaan alat berat tersebut transparan, sehingga tidak ada yang merasa memiliki prioritas untuk penggunaannya," ujar Kepala Dinas Pertanian Kotim Sepnita, Senin 3 Oktober 2022.
Dia menjelaskan sebenarnya terkait penggunaan excavator sendiri sudah memiliki payung hukum berupa Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2022, guna pengaturan penggunaan excavator pengadaan 2021.
Namun di dalam perjalanannya, banyak kepentingan dari berbagai oknum. Bahkan ada yang merasa memiliki prioritas untuk memakai alat berat pengadaan Pemkab Kotim tersebut.
Sehingga guna mengatur agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga diluncurkan aplikasi agar pengajuan yang masuk lewat aplikasi akan diverifikasi oleh pihak kecamatan atau balai penyuluh pertanian. Selanjutnya, akan diteruskan ke pemerintah kabupaten dalam hal ini Dinas Pertanian Kotim.
"Jadi kabupaten itu nanti akan membuat perjanjian kerjasama dengan pengguna yang penandatanganannya secara elektronik," kata Sepnita.
Berdasarkan peraturan yang ada, pinjam pakai ekskavator dibatasi. Dalam satu lokasi cuma diberi waktu selama 30 hari. Hal ini dimaksud agar ada pemerataan dalam penggunaan.
Pinjam pakai ekskavator yang diadakan tahun 2021 telah dilaksanakan di Kecamatan Teluk Sampit, Kecamatan Cempaga, dan Kecamatan Cempaga Hulu.
Namun untuk yang menggunakan aplikasi ini akan bisa digunakan setelah adanya peluncuran SIPIMAKAI ini.
--page
Sementara itu, adanya penerapan aplikasi ini disambut baik para petani di Kotim. Salah satunya seperti yang diakui Haris, anggota kelompok tani Hapakat di Kelurahan Kota Besi Hulu, Kecamatan Kota Besi. Menurutnya keberadaan aplikasi ini akan sangat membantu para petani.
"Semoga dengan adanya aplikasi ini mempermudahkan kami meminjam pakai alat berat. Dan dengan akat berat kami tidak kesulitan lagi membuat irigasi pertanian kami, karena selama ini manual," katanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









