Kesadaran masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk membuat dokumen kependudukan semakin meningkat. Hal itu terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) Ketua Komisi III DPRD Kotim Rimbun soal pelayanan administrasi kependudukan di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotim, Senin (15/2/2016).


"Kami melakukan sidak karena pada APBD 2016 telah dianggarkan peningkatan sarana dan prasarana Disdukcapil. Setelah kami lihat, pelayanan di dinas ini sudah meningkat," kata Rimbun.


Ia melanjutkan beberapa kendala yang sudah diatasi antara lain kekurangna tinta untuk cetak KTP elektronik (e-KTP), pembangunan toilet, loket pelayanan yang lebih representatif dan areal parkir lebih tertata. "Ke depan, pelayanan akan dipindah di bagian depan kantor dan tersedia loket sehingga antrean lebih rapi seperti layaknya pelayanan bank," ungkap dia.


Ditemui di tempat yang sama, anggota Komisi III DPRD Kotim Dadang H Syamsu menambahkan Disdukcapil merupakan wajah pelayanan publik di daerah. Sehingga, pelayanan administrasi kependudukan di instansi ini harus terus ditingkatkan. “Kami berharap, Kabupaten Kotim bisa menjadi yang terdepan diantara kabupaten/kota se-Kalteng dalam hal pelayanan administrasi kependudukan,” harapnya.


Politisi PAN itu juga mengapresiasi inovasi-inovasi yang dilakukan Kepala Disdukcapil Kotim Marjuki dalam meningkatkan kenyamanan dan kepastian pelayanan administrasi kependudukan. Beberapa sarana dan prasarana memang perlu dibenahi. Sesuai dengan rencana jangka panjang visi Disdukcapil dan disesuaikan ketersediaan anggaran daerah.


Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kotim Marjuki mengatakan awal dia menjabat akhir 2014 lalu, masyarakat Kotim yang memiliki dokumen kependudukan hanya sekitar 25%. Namun sekarang meningkat menjadi sekitar 55%. “Setiap hari rata-rata warga yang datang mengurus administrasi kependudukan sekitar 200 orang pemohon. Kami sudah mengeluarkan maklumat pelayanan guna kepastian waktu pelayanan, maksimal empat hari KTP, KK, maupun akte kelahiran sudah selesai,” ujar Marjuki. (RF/B-8)