BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus komitmen dalam menekan lajunya inflasi yang sedang terjadi di wilayah ini dan salah satunya dari sektor pertanian, tak tanggung-tanggung dana Rp3 miliar digelontorkan untuk merealisasikan lahan penyangga.
Sekretaris Dinas Pertanian Kotim, Permata Fitri mengungkapkan, dana tersebut dialokasikan untuk menujang pembentukan lahan penyangga pada 17 Kecamatan yang ada di Kotim dalam rangka pengendalian inflasi di ujung tombak sektor pertanian, yang merupakan Intruksi langsung dari Bupati Kotim.
"Tahun ini Dinas Pertanian posisi di November dengan Desember ini kita kebetulan ada dapat dana insentif daerah untuk pengendalian inflasi ya seluruh kegiatan yang kita buat implementasinya dari dana insentif daerah itu kita kita belikan sarana produksi untuk mendukung lahan penyangga tangan di seluruh kecamatan di 17 Kecamatan," jelasnya, Senin, 26 Desember 2022.
Saat ini hampir seluruh kecamatan sudah melakukan persiapan dan untuk realisasinya sebagian sudah melakukan pertanaman secara swadaya, ada juga Kecamatan atau BPP yang mempunyai lahan bisa digunakan atau dimitrakan dengan kelompok tani.
Sedangkan pdinas pertanian mendukung untuk sarana produksinya mulai dari mendukung percepatan pengolahan lahan dengan kontraktor, menyediakan alat dan mesin pertanian hingga pemberian bibit tanaman.
"Kita juga memberi stimulan dengan pemberian benih bermacam-macam komoditas yang menjadit pemicu inflasi seperti misalnya kayak cabe dan komoditas lainnya ada beberapa sayuran kebetulan tahun ini kita alokasikan itu ada 9 komoditas seperti kacang panjang, jagung manis, timun, bayam, sawi, semangka, terong, tomat," sebutnya.
--page
Menurutnya, benih atau bibit yang diberikan tidak sebatas tanaman yang saat ini memicu inflasi tetapi tanaman lainpun boleh ada karena inflasi tidak mutlak pada komunitas tanaman itu-itu saja dan bibit tanaman yang bagikan disesuaikan dengan kondisi pertanahan di wilayahnya masing-masing. Sehingga diharapkan hasil pertanian yang didapat baik dan bisa menekan inflasi.
"Inflasi bisa berubah-ubah tergantung pada saat itu komoditasnya di pasaran kurang akan terjadi inflasi makanya kita kita support semuanya," tandasnya.(NOOR ANNISA/B-6)









