SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar rapat evaluasi akhir tahun yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati, pada Kamis, 29 Desember 2022. Ada Beberapa hal yang disampaikan Bupati Kotim, Halikinnor dalam sambutannya.

Demi Kotim yang mandiri, maju dan sejahtera, dia berharap perangkat daerah dan semua yang terlibat dalam pembangunan Kotim dapat meningkatkan kinerja sehingga membawa perubahan yang lebih baik untuk masyarakat.

Yang pertama, Halikin menyampaikan target capaian pada 2023. "Untuk mencapai kinerja ekonomi makro tersebut tentu tidak mudah. Oleh karena itu sinergitas dan kerjasama yang baik dan terpadu dari semua pihak menjadi faktor yang sangat penting dalam membangun Kotim," tegasnya.

Asumsi atau target capaian indikator ekonomi makro tahun 2023 yaitu pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 3,87 persen, inflasi berada dikisaran 2 sampai 4 persen, pendapatan regional perkapita ditargetkan sebesar Rp. 59,25 juta. 

Sedangkan angka kemiskinan ditargetkan sebesar 5,19 persen, tingkat pengangguran terbuka berada dikisaran 5,01 persen dan indeks pembangunan manusia ditargetkan diatas 73,10. 

Kemudian terkait dengan APBD Kotim 2022 maka realisasi terhitung sampai dengan tanggal 27 Desember 2022 yaitu pendapatan daerah dari target sebesar Rp. 2,1 trilliun lebih telah terealisasi sebesar Rp. 1,7 trilliun lebih atau sebesar 78,94 persen, sedangkan dari sisi belanja daerah dari target sebesar RP. 2,2 trilliun lebih telah terealisasi sebesar Rp. 1,6 trilliun lebih atau sebesar 715,04 persen.

"Tingkat realisasi ini tentu masih akan mengalami perubahan karena secara administrasi masih ada yang belum selesai dibukukan. Memperhatikan realisasi keuangan ini bisa dikatakan sudah mendekati target yang ditetapkan," katanya.

Dengan dana transfer pemerintah pusat ke daerah dan alokasi APBN tahun 2023 di Kotim ini terdiri dari : 

1. Dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp. 285,3 milyar lebih. 

2. Dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp. 805,1 milyar lebih.

3. Dana alokasi khusus (DAK), terdiri dari DAK fisik Rp. 34,7 milyar lebih, DAK non fisik Rp. 200,1 milyar lebih. 

4. Dana desa Rp. 149,1 milyar lebih. 

5. Insentif fiskal Rp. 10,2 milyar lebih. 

6. DIPA kantor daerah Rp. 307 milyar lebih. 

"Apabila kita mencermati dana transfer pemerintah ke daerah dan alokasi APBN tahun 2023, tentunya pelaksanaan pembangunan di kabupaten Kotim ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja, akan tetapi dukungan dari instansi vertikal, perbankan dan dunia usaha yang juga sangat berperan penting untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Kotim," pungkasnya.(NOOR ANNISA/B-6)