BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menandatangani kerjasama simpul jaringan dengan Badan Informasi Geospasial Republik Indonesia (BIG RI) dan meluncurkan geoportal, Kamis, 25 Mei 2023.
"Alhamdulillah status simpul jaringan kita semula cokelat kemarin malam berubah dari hijau langsung ke biru," kata Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati.
Peluncuran ini dilakukan di Aula Sei Mentaya Bappelitbangda Kabupaten Kotawaringin Timur. Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua I DPRD Kotim Rudianur, Kepala Bappelitbangda Rafiq Riswandi serta Perwakilan dari BIG RI Suprajaka.
Irawati menjelaskan, simpul jaringan semula berstatus berkembang atau berwarna coklat meningkat menjadi berstatus optimal berwarna hijau dan dalam semalam langsung berubah status unggul atau berwarna biru.
Sebelumnya, telah dilakukan bimbingan teknis selama 2 hari. Irawati berharap peserta terus melakukan update data pada simpul jaringan agar statusnya bertahan.
--page
"Saya berharap dengan terbentuknya simpul jaringan ini dapat mendukung pengambilan kebijakan selanjutnya yang berbasis data sektoral dan data spasial yang termuat dalam geoportal Kabupaten Kotim," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Promosi dan Kerjasama BIG RI Suprajaka mengapresiasi kinerja tim pengupload data simpul jaringan Kabupaten Kotim. Dalam 2 hari sebanyak 31 data telah terupload.
"Bahkan ada yang sampai malam menguploadnya. Luar biasa kinerjanya," kata Suprajaka.
Dia berharap ke depan Kabupaten Kotim dapat mengupload 158 data. Data ini mendukung informasi Geospasial dalam 3 pilar yakni pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. "Data geospasial memiliki peranan penting untuk penataan ruang," tandasnya.
Dalam kegiatan itu disimulasikan peta geospasial yang menampilkan daerah rawan banjir dan bahaya banjir. Data itu bisa di tumpang tindihkan beberapa kategori untuk ditampilkan.
Suprajaka mengingatkan kepada dinas terkait untuk mengupload data stunting, sehingga pemetaan stunting dapat dilihat melalui peta geospasial by address. Pemetaan stunting dapat membantu pemerintah daerah untuk mengentaskan permasalahan ini. (DEWI PATMALASARI/Y)









