BADAN Narkotika Kabupaten (BNK) Lamandau memastikan pada tahun 2016 ini akan melakukan tes urine terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Lamandau.


Rencana tes urine terhadap ASN di Lamandau dilatarbelakangi masih ditemukannya PNS di daerah lain yang terlibat penyalahgunaan narkoba. 


BNNK khawatir jika hal tersebut terjadi di Lamandau. Terlebih, kasus narkotika yang melibatkan oknum ASN Lamandau pernah terjadi 2014 silam.


“Yang jelas pasti kita laksanakan (tes urine ASN). Tinggal waktunya saja belum kita pastikan dan tentu akan kita rahasiakan,” kata perwakilan BNNK Lamandau, Heru Priyono, Jum’at (1/4).


Heru yang juga Kepala Bakesbangpol Lamandau itu menyebutkan pihaknya kini masih terus berkoordinasi dengan BNNP Kalteng dan BNN untuk persiapannya, termasuk penyediaan stok test kit yang akan digunakan.


“Alat test kit yang kita perlukan sekitar 700-an, sementara ini masih kurang sekitar 400-an. Tapi yang jelas tes urine pasti kita lakukan di 2016 ini, tinggal tunggu waktu saja,” sebutnya.


Dirinya juga menilai, jika dilihat dari sisi geografis, Lamandau ini sangatlah rentan menjadi pintu masuk peredaran narkoba di Kalteng, khususnya yang beredar melelui jalur darat. 


Ini dikarenakan letak geografis Lamandau berada tepat di pintu gerbang perbatasan antar Kalteng - Kalbar. 


Ditambah lagi, sambung dia, pengawasan peredaran narkoba melalui akses jalur udara dan laut saat ini sudah cukup ketat, sehingga berbagai pihak berwenang di Lamandau sudah harus mulai meningkatkan kesiagaan di jalur darat.


Seperti diketahui, peredaran narkoba di Lamandau cukup memprihatinkan. 


Ini terbukti dari berbagai pengungkapan yang dilakukan Polres Lamandau sejauh ini. Dari data yang dihimpun, polres kerap melakukan penangkapan budak narkoba sejak awal tahun 2015 hingga akhir Maret 2016 di tiap bulannya.

(HN/B-11)