SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) berencana gelar rapat membahas kenaikan status bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Saya sudah mendapat laporan tadi malam. Bahkan saya izinkan BPBD tidak ikut upacara karena mereka berjinaku dengan asap dan api pemadaman. Akan kita rencanakan atau kita kaji dari ketentuan Apakah sudah bisa menaikkan status," kata Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, Kamis, 17 Agustus 2023.

Hal itu dipertimbangkan karena beberapa hari terakhir banyak titik panas muncul. Kabut asap pun mulai menganggu aktivitas. Bahkan indeks standar pencemaran udara (ISPU) semat menunjukkan kondisi udara di Kotim termasuk buruk.

"Khususnya di daerah kota ini sudah kita rasakan. Apakah ini sudah memenuhi syarat menaikkan status menjadi tanggap saat ini statusnya siaga," ujarnya. 

Dia mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membakar atau mengolah lahan dengan cara membakar. Begitu juga sampah-sampah yang sering dibakar sembarangan harus dihindari. 

--page

"Karena tidak ada hujan, lahan kita gambut ini mudah sekali terbakar. Api mulai muncul siapa pun yang berdekatan tolong padamkan secepatnya supaya jangan sampai melebar. Kalau dibiarkan semakin meluas itu akan sulit mengendalikannya," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)