BORNEONEWS, Palangka Raya - Mulai terjadinya ganguan kesehatan terutama saluran pernapasan pada masyarakat, akibat dari bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalteng membuat Pemprov setempat mengambil tindakan seperti mensiagakan satgas Karhutla dan penyediaan fasilitas kesehatan (faskes).
Hal demikian diutarakan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo. Dirinya juga mengkhawatirkan adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yang kerap menghantui ganguan kesehatan masyarakat, terutama pada musim kemarau tiba dan terjadinya Karhutla di Kalteng.
"Jadi kita ini punya satgas penanggulangan Karhutla yang dibentuk dari SOPD terkait, yang menangani masalah mitigasi bencana, masalah kesehatan, serta dampak yang ditimbulkan semuanya telah disiapkan," ucapnya, Sabtu, 26 Agustus 2023.
Dirinya mengutarakan terkhusus untuk masalah kesehatan semua faskes telah disiapkan. Dimulai dari penyediaan Rumah Sakit yang memiliki ruangan khusus, mengangani masyarakat yang terdampak kesehatannya akibat Karhutla. Tidak kalah penting dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota wilayah Kalteng.
"Rumah Sakit kita dah siap, bahkan kita menyampaikan khusus untuk penanganan dampak dari Karhutla. Bila terjadi gangguan pernafasan akibat asap itu Rumah Sakit kita hendak menyediakan ruangan khusus," katanya.
--page
Lanjutnya, belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya pihak Rumah Sakit telah menyediakan ruangan khusus yang memiliki fasilitas kesehatan untuk masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan. Edy juga berharap hal ini segera dilaksanakan, sebagai langkah cepat Pemprov Kalteng menangani dampak yang ditimbulkan oleh Karhutla.
"Jadi, memang dulu itu di Rumah Sakit kita ada ruang shelter, ruang oksigen. Dan sekarang telah dirancang," terangnya. (MARINI/J)









