SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) apresiasi berdirinya Sekolah Khusus Lentera Nurani sebagai sekolah luar biasa (SLB) jenjang Paud pertama di Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Khusus pendidikan inklusi biasanya digabung antara anak berkebutuhan khusus dengan anak normal. Seperti disampaikan wali murid bahwa sekolah khusus ini menghindari adanya diskriminasi dari anak lainnya dan anak-anak ini perlu perhatian khusus," kata Bupati Kotim Irawati saat mewakili Bupati Halikinnor membaca sambutan pada peresmian Sekolah Khusus Lenteran Nurani, Sabtu, 20 Januari 2024.

Dia mengatakan, pendidikan pada awal pertumbuhan anak sangat penting. Karena anak dapat berkembang pesat dari segi fisik, mental dan spiritual saat usia Paud.

Namun masih banyak anak terlahir dengan berkebutuhan khusus, sehingga perlu belajar di sekolah khusus. Karena anak tersebut memerlukan perhatian khusus dan pembelajaran yang berbeda dari anak pada umumnya.

Oleh karena itu, ia mengajak insan pendidikan mewujudkan cita-cita dalam mewujudkan pendidikan inklusif, adil, dan merata bagi seluruh anak-anak berkebutuhan khusus yang mengalami diskriminasi karena kondisi yang dimilikinya. 

--page

Sekolah Khusus Lentera Nurani menumpang di TK Cita Bunda, Jalan Jeruk II, Sampit. Sekolah tersebut memiliki 1 ruang kelas dengan 17 anak berkebutuhan khusus menimba ilmu di Paud. Kondisi tersebut membuat Sekolah Khusus Lentera Nurani terbatas dalam fasilitas dan tenaga pendidik. Sehingga terpaksa menolak belasan anak.

"Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk membangun Sekolah Khusus Lentera Nurani di tempat tersendiri. Tinggal dibantu pihak provinsi untuk pembangunan melalui dana DAK," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)