BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan Kalimantan Tengah selama Februari 2024 sebesar 122,79 atau naik 1,28 persen dibanding Januari 2024.
"Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP selama Februari 2024 mengalami kenaikan sebesar 1,15 persen dibanding Januari 2024, dari 124,20 menjadi 125,63," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Sabtu, 9 Maret 2024.
Sementara itu, lanjut Eko, Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT rumah tangga perdesaan turun 0,06 persen.
Nilai Tukar Petani atau NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani yakni It terhadap indeks harga yang dibayar petani atau Ib. NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.
NTP juga menunjukkan daya tukar atau terms of trade dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
--page
"NTP Gabungan Kalimantan Tengah pada Februari 2024 naik sebesar 1,28 persen dibanding Januari 2024, yaitu dari 121,24 menjadi 122,79," sebut Eko lagi.
Kenaikan ini menurut Eko disebabkan oleh naiknya nilai tukar pada beberapa subsektor, yakni tanaman pangan sebesar 2,16 persen, tanaman hortikultura 0,68 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,39 persen, dan perikanan 1,35 persen.
"Pada Februari 2024 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT di Kalteng sebesar 0,06 persen yang utamanya disebabkan oleh turunnya indeks kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,16 persen dan indeks kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,01 persen," jelas Eko.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTUP Kalteng katanya pada Februari 2024 mengalami kenaikan sebesar 1,15 persen, dari 124,20 pada Januari 2024) menjadi 125,63 pada Februari 2024. (TESTI PRISCILLA/H)









