BORNEONEWS, Sampit - Intensitas hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menurun, hal itu menjadi salah satu dasar pemerintah daerah setempat menetapkan masa transisi darurat ke pemulihan bencana banjir.
"Hasil dari masukan saat rapat bahwa kita tidak hanya membaca prakiraan cuaca ke depan tetapi juga mendengarkan berbagai masukan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, Jumat, 17 Mei 2024.
Dirinya memimpin rapat evaluasi status tanggap darurat banjir yang dihadiri seluruh stakeholder terkait di Ruang Pusdalops BPBD Kotim.
Lanjutnya, pihaknya menerima masukan tindakan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang terhadap situasi banjir yang terdampak dalam periode April-Mei 2024.
Dalam rapat tersebut ditetapkan status transisi pemulihan selama 14 hari, 18-31 Mei 2024 dengan pertimbangan potensi hujan sudah mengecil.
--page
"Saat ini cuaca menuju netral dari prediksi BMKG bahwa puncak kemarau bulan Agustus sehingga Juni-Juli sudah masuk kemarau. Tetapi kita tetap melihat kondisi berikutnya meski saat ini banjir sudah aman," tandasnya.
Adapun catatan perubahan status bencana banjir di Kotim terpantau 24 Februari-8 Maret 2024 berstatus tanggap darurat, kemudian diperpanjang 9-22 Maret 2024, dan memasuki masa transisi ke pemulihan pada 23 Maret-5 April 2024.
Perubahan status kembali terjadi setelah banjir parah melanda hingga wilayah perkotaan sehingga pada 4-17 Mei 2024 kembali ditetapkan tanggap darurat untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada korban banjir dan kembali memsuki masa transisi 18-31 Mei 2024. (DEWI PATMALASARI/Y)









