SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kembali aktifkan Car Free Day (CFD) di Taman Kota Sampit.

"Seharusnya khusus hari Minggu sudah diberlakukan CFD karena melihat antusias masyarakat untuk olahraga di sini sangat banyak," kata salah satu warga yang sedang beraktivitas di Taman Kota Sampit Iwan, Minggu, 19 Mei 2024.

Dirinya mendapati motor dan mobil berlalu lalang di tengah aktivitas masyarakat yang sedang berolahraga di Taman Kota Sampit. Parkir kendaraan yang mencapai 3 lapis pun mengakibatkan jalan semakin sempit.

Kondisi itu tak jarang membuat masyarakat yang sedang lari pagi berpapasan dengan kendaraan melintas dan membahayakan. 

"Apalagi kalau hari Minggu banyak warga yang membawa anak-anak. Keberadaan kendaraan yang lalu lalang itu khawatir menyerempet," ujarnya. 

--page

Warga lainnya Sapwani mengatakan, saat hari Minggu puluhan UMKM memanfaatkan momen untuk berjualan sepanjang lingkaran Taman Kota Sampit. Hal itu membuat tak hanya masyarakat yang gemar olahraga berbondong-bondong datang di Taman Kota saat hari Minggu.

"Ada masyarakat yang datang untuk berbelanja produk UMKM di sini. Atau ada juga yang membawa anak-anak menghabiskan hari libur di pagi hari," kata Sapwani.

Ia berharap, CFD di Taman Kota Sampit diberlakukan di waktu tertentu. Misalnya setiap hari Minggu pagi pukul 05.00 WIB- 09.00 WIB. Tentu tidak akan mengganggu aktivitas di hari efektif lainnya. 

"Harus ada yang mengatur agar tidak ada kendaraan masuk area Taman Kota saat hari Minggu. Itu harapan kami, tergantung bagaimana kebijakan Pemerintah daerah," tandasnya. 

Beberapa tahun lalu, Taman Kota Sampit pernah dijadikan area CFD saat hari Minggu. Seiring berjalannya waktu, area tersebut kembali dilalui kendaraan karena tidak ada yang menjaga penutupan jalan saathari Minggu. (DEWI PATMALASARI/H)