BORNEONEWS, Kapuas - Polres Kapuas gencar melakukan razia di wilayah yang diperkirakan rawan tindak kriminalitas. Menghadapi Ramadan 2016, yang biasanya diiringi peningkatan kejahatan, polisi mewaspadai lokasi seperti lokasi ATM, bank, pasar dan pertokoan perhiasan, dan lainnya.

"Kita tidak pernah tahu saat pelaku-pelaku kejahatan beraksi. Tetapi, untuk mengantisispasi kejadian perampokan terhadap nasabah, kami akan melakukan razia mendadak," kata Kapolres Kapuas, AKBP Jukiman Situmorang, SIK, Selasa (31/5/2016).

Kapolres Jukiman Situmorang mengatakan, polisi menjamin keamanan dan ketertiban saat Ramadan, sehingga pengamanan lebih diperketat, agar masyarakat khususnya umat muslim bisa menjalankan ibadah dengan lancar.

Razia dilakukan untuk mengantisipasi kejahatan terhadap nasabah,sehingga kehadiran polisi di situ tentu memberikan rasa aman. Walau pihak perbankan merasa terganggu akibat dari aktivitas tersebut, kata Jukiman, hal itu dilakukan demi keamanan. Pihaknya akan memasang plang peringatan bahwa akan dilakukan razia, sebagai langkah awal pencegahan terhadap tindak kejahatan.

"Kehadiran polisi di situ untuk mengantisispasi terjadinya tindak kriminalitas, jangan sampai sudah terjadi baru polisi datang. Dekteksi dini merupakan langkah awal pencegahan perampokan terhadap nasabah," ungkapnya.

Menurut  Jukiman, pelaku kejahatan tidak pernah diketahui saat di bank, karena saat itu semua berlagak seperti nasabah. Untuk itu pihaknya bakal melakukan pemeriksaan bagi setiap nasabah yang akan melakukan transaksi.

"Saya akui ini sangat sulit, untuk mengetahui siapa pelaku kejahatan. Siapa tahu di antara semua nasabah ada pelaku-pelaku kejahatan yang sedang mengintai sasaran korbannya. Polisi hadir di situ untuk memberikan rasa aman, sehingga ruang gerak pelaku kejahatan tidak akan ada. Setiap kejahatan terjadi karena ada kesempatan," katanya. (DJEMMY NAPOLEON/N).