PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan bahwa keseluruhan komoditas ekspor Kalteng pada Maret 2024 merupakan komoditas non migas dengan nilai mencapai US$333,98 juta atau mengalami penurunan sebesar 13,62 persen dibanding Februari 2024 yang US$416,68 juta.

"Total volume ekspor Kalimantan Tengah pada Maret 2024 juga mengalami penurunan sebesar 18,81 persen dibanding Februari 2024," kata Eko pada Senin, 27 Mei 2024.

Nilai ekspor hasil tambang menurutnya memiliki kontribusi paling besar yakni 81,14 persen terhadap total nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Maret 2024.

"Jika dibandingkan dengan Februari 2024, nilai ekspor hasil tambang mengalami penurunan sebesar US$91,34 juta atau 25,21 persen," katanya lagi.

Komoditas utama ekspor hasil tambang selama Maret 2024, lanjutnya, antara lain batu bara, bijih zirconium, niobium dan tantalum, lignit, serta bijih titanium.

--page

"Sementara itu, nilai ekspor hasil industri pengolahan Kalimantan Tengah pada Maret 2024 mencapai US$60,33 juta dan memberi kontribusi sebesar 18,06 persen terhadap total nilai ekspor," bebernya.

Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, tuturnya, ekspor hasil industri mengalami peningkatan senilai US$6,00 juta atau 14,82 persen.

"Komoditas utama ekspor hasil industri pengolahan diantaranya minyak kelapa sawit, kayu lapis, kayu olahan, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, bungkil dan residu, serta karet remah atau crumb rubber," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/j)