BORNEONEWS, Palangka Raya - Komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah selama Maret 2024 adalah batu bara pada kelompok bahan bakar mineral, minyak kelapa sawit pada kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, serta kayu lapis pada pada kelompok kayu dan barang dari kayu.
"Dibanding bulan sebelumnya, terjadi peningkatan dan penurunan nilai ekspor pada sejumlah kelompok komoditas," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro pada Senin, 27 Mei 2024.
Peningkatan terbesar menurut Eko terjadi pada kelompok kayu dan barang dari kayu sebesar US$7,23 juta atau naik 95,76 persen dan kelompok berbagai bahan kimia sebesar U$3,41 juta yang pada bulan Februari 2024 tidak ada.
"Sebaliknya, penurunan terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral sebesar US$87,81 juta atau turun 25,30 persen," terangnya.
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya atau year on year, kata Eko, sejumlah golongan barang mengalami penurunan nilai ekspor yang cukup tinggi pada Maret 2024, kecuali kelompok lemak dan minyak hewani/nabati serta kelompok kayu dan barang dari kayu.
--page
"Penurunan nilai ekspor year on year terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral senilai US$115,21 juta atau turun 30,76 persen," bebernya.
Sementara itu, kelompok lemak & minyak hewani/nabati katanya mengalami peningkatan nilai ekspor terbesar, senilai US$8,94 juta atau naik sebesar 29,13 persen.
"Dilihat secara kumulatif, nilai ekspor pada Januari-Maret 2024 turun sebanyak US$326,33 juta atau turun 22,21 persen dibandingkan pada periode Januari-Maret tahun lalu," tuturnya.
Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya nilai ekspor sejumlah kelompok barang.
"Selanjutnya, kelompok bahan bakar mineral mendominasi penurunan ini dengan penurunan senilai US$282,48 juta atau turun 25,30 persen," katanya.
Penurunan nilai ekspor juga terlihat pada kelompok lainnya seperti kelompok kayu dan bahan dari kayu, kelompok berbagai produk kimia, kelompok bahan nabati untuk anyam-anyaman, kelompok karet dan barang dari karet, serta kelompok garam, belerang kapur.
"Sementara itu, kelompok lemak dan minyak hewani/nabati, kelompok bijih kerak dan abu logam serta kelompok ampas, sisa industri makanan mengalami peningkatan pada periode tahun ini," kata Eko lagi. (TESTI PRISCILLA/j)









