BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kotawaringin Timur (Kotim) memperpanjang masa transisi peralihan bencana banjir selama 7 hari ke depan.
"Kita memperpanjang masa transisi darurat ke pemulihan dengan pertimbangan kemarin ada 4 Kecamatan yang dilanda banjir sekarang tersisa 2 Kecamatan," kata Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Rihel, Jumat, 31 Mei 2024.
Lanjutnya, dalam masa transisinya tersebut bantuan tetap disalurkan oleh dinas pertanian dan ketahanan pangan (DPKP) Kotim kepada korban banjir. Karena stok cadangan beras yang ada masih ada di bulog 42 ton dan yang sudah disalurkan sekitar 23 ton. Kemudian ada rencana pengadaan cadangan beras lagi 39 ton.
Ia berharap, persediaan beras mampu memenuhi bantuan keseluruhan masyarakat yang terdampak banjir.
Adapun banjir saat ini masih bertahan di Kecamatan Mentaya Hulu dan Kota Besi. Banjir sudah masuk ke Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, di mana wilayah tersebut selalu menjadi wilayah terakhir rangkaian banjir dari hulu.
--page
"Biasanya di Hanjalipan bisa sebulan lebih tetapi kedalamannya bervariasi karena memang Desa Hanjalipan dataran rendah. Ada rumah yang sudah tinggi 2 meter di atas tanah juga bisa terendam karena kontur tanahnya rendah," ujarnya.
Masyarakat Desa Hanjalipan pernah direlokasi ke tempat yang lebih tinggi. Namun karena kehidupan masyarakat nelayan dan terbiasa dengan banjir, sangat sulit merubah kebiasaan mereka. Masyarakat pun kembali ke tempat asalnya sebab takut nasib Klotok dan jukung takutnya hilang.
"Sama seperti kita merubah pola hidup masyarakat Ujung Pandaran yang terdampak abrasi itu perlu 3 tahun Butuh Waktu kita untuk merubah pola itu," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









