PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di Kalimantan Tengah meningkat pada Maret 2024 ini.

"Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Senin, 8 Juli 2024.

Dimensi lain yang perlu diperhatikan, kata Agnes, adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan adalah ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

"Indeks keparahan kemiskinan memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran diantara penduduk miskin," tuturnya lagi.

Pada periode Maret 2023 hingga Maret 2024, Indeks Kedalaman Kemiskinan atau P1 mengalami peningkatan, begitu pula dengan Indeks Keparahan Kemiskinan pada P2 yang juga mengalami peningkatan.

--page

"Indeks Kedalaman Kemiskinan pada Maret 2024 sebesar 0,78, mengalami peningkatan dari Maret 2023 yang sebesar 0,66," katanya.

Seiring dengan Indeks Kedalaman Kemiskinan, lanjutnya, Indeks Keparahan Kemiskinan, pada periode yang sama juga mengalami peningkatan dari 0,14 menjadi 0,19.

"Apabila dibandingkan berdasarkan daerah pada Maret 2024, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan atau P1 perkotaan lebih tinggi daripada perdesaan, begitu pula dengan Indeks Keparahan Kemiskinan atau P2 perkotaan lebih tinggi daripada perdesaan," bebernya.

Pada Maret 2024, katanya, nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan atau P1 untuk perdesaan sebesar 0,76, sedangkan di perkotaan lebih tinggi yaitu mencapai 0,81.

"Demikian pula untuk nilai Indeks Keparahan Kemiskinan atau P2 di perdesaan adalah sebesar 0,16, sedangkan di perkotaan nilai Indeks Keparahan kemiskinan mencapai 0,22," jelasnya.(TESTI PRISCILLA/H)