BORNEONEWS, Sampit - Kabupaten Kotawaringin Timur menduduki posisi ketiga volume transaksi pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kalimantan Tengah.
"Kotim berhasil menempati posisi ketiga untuk jumlah volume transaksi QRIS selama tahun 2023 hingga Mei 2024 yaitu sebesar 180.766 volume transaksi," kata Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Pramudya Wicaksana, Jumat, 12 Juli 2024.
Lanjutnya, Kotim dengan penduduk terbesar kedua di Kalteng, yaitu sebanyak 414.463 jiwa dinilai memiliki potensi sebagai agen perpanjangan tangan Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah dan menambah pengguna baru QRIS serta perluasan akseptasi digital di Kalteng.
Sehingga pihaknya melakukan kampanye CBP Rupiah kepada ratusan guru di daerah ini sebagai bentuk peningkatan sinergi dan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kotim untuk peningkatan pemahaman CBP Rupiah dan digitalisasi sistem pembayaran.
Sebagai informasi, tercatat bahwa pengguna baru QRIS di Kalteng sampai dengan Mei 2024 bertambah sebesar 174.021 pengguna, dengan volume transaksi ORIS sebesar 1.433.245 dan jumlah merchant ORIS sebanyak 289.924 merchant.
--page
Jumlah pengguna dan merchant QRIS di Kalteng mengalami tren meningkat sejak tahun 2021 sampai dengan Mei 2024. (DEWI PATMALASARI/j)









