SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat mengeluhkan jadwal penerbangan pesawat Wings Air rute Sampit-Surabaya dan Surabaya-Sampit menghilang dari jadwal keberangkatan dan kedatangan di Bandara H Asan Sampit.

Menghilangnya rute penerbangan tersebut diketahui sejak awal Juli 2024. Saat mengecek pada website resmi Lion Group, jadwal rute tersebut bahkan menghilangkan hingga akhir tahun dan belum diketahui kapan akan tersedia kembali.

"Kemarin Bupati Kotim sudah membuat surat, mereka (Winga Air) saat ini sedang maintenace, kita jangan juga memaksakan pesawat sedang pemeliharaan harus melayani penerbangan, ini berbahaya untuk keselamatan," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) Rody Kamislam, Selasa, 16 Juli 2024.

Pemerintah daerah memaklumi proses pemeliharaan burung besi tersebut dan sudah menyurati secara resmi kepada pihak Wings Air selaku operator penerbangan untuk mencarikan solusi menggantikan pesawat yang sedang maintenance.

Lebih lanjut, berdasarkan fasilitas yang ada di Bandara H Asan Sampit, saat ini hanya mampu didarati 2 jenis pesawat yaitu Boeing 737-500 dan ATR72. Rody menjelaskan, berdasarkan informasi Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan jumlah armada pesawat jenis tersebut saat ini terbatas.

--page

"Jika kita paksa pesawat Airbus mendarat di sini fasilitasnya belum memadai bisa terjadi accident. Kita harus perhatikan faktor keselamatan," ujarnya.

Hilangnya jadwal penerbangan rute Sampit-Surabaya tersebut membuat Bandara H Asan Sampit hanya menyisakan 1 layanan penerbangan Nam Air Boeing 737-500 rute Jakarta-Sampit PP.

Sementara itu, Manager Nam Air Sampit Anggi Pratama saat dikonfirmasi, kemungkinan penambahan rute penerbangan yang ditinggalkan Wings Air tersebut belum ada arahan dari pusat.

"Belum ada info lebih lanjut dari kantor terkait plan (penambahan rute Sampit-Surabaya PP) tersebut. Sementara ini kami masih melayani rute Jakarta-Sampit PP periode Juli terbang 18 hari. Periode Agustus Insya Allah dijadwalkan setiap hari," ujar Anggi.

Sebagai informasi, Pemkab Kotim saat ini sedang gencar memperjuangkan pengembangan Bandara H Asan Sampit agar dapat didarati pesawat berbadan besar jenis Airbus A320. Bahkan saat ini sedang berupaya melakukan pembebasan lahan untuk pemindahan gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) yang saat ini berada di dekat apron bandara. Gedung tersebut harus dipindahkan karena posisinya saat ini dapat menyentuh sayap pesawat Airbus saat mendarat. 

--page

Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor telah menandatangani kesepakatan dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan penyerahan hibah tanah untuk melakukan pengembangan Bandara H Asan Sampit pada 10 Juni 2024. Dalam kesepakatan tersebut pengembangan bandara akan dilakukan bertahap selama 2024-2027.

Upaya tersebut agar pesawat berbadan besar seperti Aibus mampu mendarat di Bandara H Asan Sampit. Pendaratan pesawat besar tersebut dipercaya mendatangkan banyak maskapai mengingat potensi penumpang di daerah ini cukup tinggi. Hal itu akan menekan tingginya harga tiket dan berpengaruh positif terhadap perekonomian daerah. 

Adapun kondisi eksisting landasan pacu (runway) Bandara H Asan saat ini 2.060 meter x 30 meter, mampu melayani pesawat jenis ATR72 dan Boeing 737-500. Nantinya Bandara ini akan memiliki runway 2.260 meter x 30 meter, sehingga dapat melayani penerbangan pesawat udara maksimum jenis Airbus A320.

Sedangkan terminal penumpang saat ini berukuran 2.112 meter persegi yang dapat menampung penumpang hingga 233.109 per tahun. Setelah dikembangkan nanti terminal penumpang akan berukuran 6.690 meter persegi dan dapat menampung penumpang hingga 662.599 per tahun. (DEWI PATMALASARI/H)