SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengevaluasi program pengentasan kemiskinan. 

"Sebenarnya kemarin di lakukan review atau audit oleh BPKP Kalimantan Tengah, jadi ada beberapa program kegiatan yang kita anggarkan tahun 2023 khususnya dan program berjalan 2024. Program 2023 itu ada yang belum optimal," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim Alang Arianto, Minggu, 28 Juli 2024.

Melalui hasil audit BPKP Kalteng terhadap program pengentasan kemiskinan tersebut pihaknya akan melihat program yang mengena langsung untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim. Sehingga program yang belum optimal akan disesuaikan kembali agar dapat lebih efektif.

Berdasarkan data dari badan pusat statistik (BPS) Kotim tingkat kemiskinan daerah ini pada tahun 2023 adalah 5,69 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 26.570 jiwa.

Ada sedikit penurunan tingkat kemiskinan sebesar 0,26 persen dari tahun 2022 sebesar 5,95 persen. Dari segi jumlah penduduk miskin juga terjadi penurunan sebesar 990 jiwa dari tahun 2022 yang sebesar 27.560 jiwa.

--page

Sedangkan kemiskinan ekstrem di Kotim sebesar 1,79 persen dengan jumlah penduduk miskin ekstrim sebanyak 8.290 jiwa dan tertinggi di Kalimantan Tengah. 

"Memang perlu kita bedah dulu sebenarnya data yang 5,69 persen itu apakah benar dari penduduk kita yang 446.000 itu. Karena kalau kita berbicara tempat kita ini tempat orang mencari kerja, orang dari mana-mana yang mencari pekerjaan mencari penghidupan apakah data itu semuanya penduduk Kotim," ujarnya. (DEWI PATMALASARI/Y)