SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemkab Kotawaringin Timur mendukung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang digelar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit.

Sekda Kotim Fajrurrahman mengatakan, diklat ini adalah upaya pemberdayaan masyarakat dalam program Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) dan Surat Keterangan Kecakapan Pelaut 60 Mil (SKK 60 Mil) tahun 2024.

"Kegiatan diklat pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu upaya kita bersama dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah kita, khususnya dalam memberdayakan masyarakat," kata Fajrurrahman.

Ia pun menjelaskan, pemberdayaan masyarakat adalah proses yang penting dan berkelanjutan, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Oleh karena itu, peran serta dan komitmen dari semua pihak, terutama para peserta diklat, sangatlah diperlukan.

Lewat kegiatan ini diharapkan, para peserta diklat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga nantinya dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

--page

"Selain itu, kami berharap kegiatan diklat ini juga dapat menjalin kerjasama yang baik antar peserta, sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan," ucapnya

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas III Sampit, Muhammad Hermawan mengungkapkan diklat itu dilaksanakan selama 6 hari mulai tanggal 28 Juli – 3 Agustus 2024.

Dirinya menjelaskan, adapun peserta yang mengikuti diklat ini sebanyak 100 orang yang terdiri dari peserta BST KLM jumlah 100 orang peserta. SKK 60 mil bagian dek jumlah 50 orang peserta dan SKK 60 mil bagian mesin jumlah 50 orang peserta.

"Tujuan dari diklat ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya keselamatan transportasi melalui program diklat keterampilan dasar keselamatan BST KLM, kemudian SKK 60 mil bagian dek dan SKK 60 mil bagian mesin," tutupnya.  (Ari)