BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyambangi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menindak lanjuti rencana pengembangan Bandara H Asan Sampit.
"Pertemuan ini menindaklanjuti perjanjian kerja sama pengembangan Bandara H Asan Sampit," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim Alang Arianto, Kamis, 1 Agustus 2024.
Pertemuan tersebut digelar antara perwakilan Direktorat Bandar Udara Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub dengan Pemkab Kotim yang dipimpin oleh Alang. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim Rody Kamislam, Kepala Bandara H Asan Sampit Darinto, dan pejabat lainnya.
Kegiatan itu merupakan tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Bupati Kotim Halikinnor dan Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Maria Indah Kristi pada 10 Juli 2024.
"Kami akan melaksanakan sejumlah kegiatan berkaitan dengan pengembangan bandara pada tahun anggaran 2024. Kegiatan ini memerlukan koordinasi dengan Kemenhub agar sesuai dengan perencanaan dan tidak melanggar rencana induk pengembangan Bandara Haji Asan Sampit," ujarnya.
--page
Lanjutnya, turunan rencana induk tersebut yitu rencana teknik terinci (RTT) yang akan laksanakan sesuai MoU.
Alang menekankan pentingnya sinergisitas yang kuat dalam pelaksanaan rencana kegiatan ini. Tujuan utamanya adalah agar Bandara Haji Asan Sampit dapat berkembang dengan baik, sehingga lebih banyak maskapai yang beroperasi dan kebutuhan transportasi udara masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Pengembangan Bandara H Asan Sampit diharapkan akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah, meningkatkan aksesibilitas, dan memfasilitasi mobilitas masyarakat serta barang. Langkah ini juga diharapkan dapat menarik investasi dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di Kotim.
"Segala upaya terus kita lakukan. Kami berharap doa dan dukungan masyarakat agar semua yang direncanakan berjalan dengan lancar," tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor telah menandatangani kesepakatan dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dan penyerahan hibah tanah untuk melakukan pengembangan Bandara H Asan Sampit pada 10 Juni 2024. Dalam kesepakatan tersebut pengembangan bandara akan dilakukan bertahap selama 2024-2027.
Upaya tersebut agar pesawat berbadan besar seperti Aibus mampu mendarat di Bandara H Asan Sampit. Pendaratan pesawat besar tersebut dipercaya mendatangkan banyak maskapai mengingat potensi penumpang di daerah ini cukup tinggi. Hal itu akan menekan tingginya harga tiket dan berpengaruh positif terhadap perekonomian daerah.
Adapun kondisi eksisting landasan pacu (runway) Bandara H Asan saat ini 2.060 meter x 30 meter, mampu melayani pesawat jenis ATR72 dan Boeing 737-500. Nantinya Bandara ini akan memiliki runway 2.260 meter x 30 meter, sehingga dapat melayani penerbangan pesawat udara maksimum jenis Airbus A320.
Sedangkan terminal penumpang saat ini berukuran 2.112 meter persegi yang dapat menampung penumpang hingga 233.109 per tahun. Setelah dikembangkan nanti terminal penumpang akan berukuran 6.690 meter persegi dan dapat menampung penumpang hingga 662.599 per tahun. (DEWI PATMALASARI/Y)









