BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa nilai tukar petani atau NTP Kalteng pada Januari hingga Juli 2024 meningkat dengan didorong oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat.
"NTP Januari-Juli menggambarkan NTP yang terjadi selama tahun berjalan. Secara umum, NTP Kalimantan Tengah selama tahun 2024 mengalami peningkatan, dari 121,24 pada Januari 2024 menjadi 125,09 pada Juli 2024," kata Agnes pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
Kenaikan ini, kata Agnes, tidak lepas dari pengaruh NTP pada Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yang nilai tukar subsektor ini merupakan yang terbesar di Kalimantan Tengah.
"Pada Juli 2024, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat tercatat memiliki NTP sebesar 145,12, diikuti oleh Subsektor Hortikultura sebesar 103,90, Subsektor Peternakan 103,52, Subsektor Tanaman Pangan 99,92, dan Subsektor Perikanan 96,99," bebernya.
Nilai Tukar Petani pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, kata Agnes lagi, di Juli 2024 mengalami kenaikan sebesar 0,30 persen dibanding Juni 2024, dari 144,69 menjadi 145,12.
"Kenaikan ini disebabkan oleh It mengalami penurunan sebesar 0,20 persen, lebih kecil daripada penurunan Ib yang mencapai 0,49 persen," kata Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)









