SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menghentikan aktivitas posko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setelah beberapa hari terakhir tidak ada kebakaran dan hujan mengguyur sebagian wilayah. 

"Per tanggal 1 September 2024, aktivitas posko akan kita hentikan, seluruh personil yang tergabung dalam posko penanggulangan bencana karhutla akan kita kembalikan ke satuannya masing-masing," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam, Sabtu, 31 Agustus 2024.

Keputusan tersebut dilaksanakan berdasarkan informasi BMKG Tjilik Riwut yang menyatakan bahwa September-Oktober sudah terjadi peningkatan curah hujan.

Pertimbangan lain yaitu pantauan pos duga air milik Balai Wilayah Sungai (BWS) II Kalimantan di daerah Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu sudah menunjukkan status waspada.

"Dua hari lalu memang terjadi hotspot, tetapi ini banyak indikasinya bisa jadi karena panas pagi hingga siang. Kemudian beberapa daerah saat ini hampir menyeluruh terjadi hujan, kebakaran negatif," imbuhnya.

Meskipun posko dihentikan, status siaga bencana karhutla tetap berjalan sesuai ketetapan selama 90 hari dan berakhir pada 3 Oktober 2024 mendatang. Hanya anggota posko yang melibatkan TNI, Polres Kotim, dan Manggala Agni dikembalikan ke satuan tugas masing-masing. 

"Kalau ada kebakaran lahan tetap kita tangani. Berkoordinasi internal BPBD Kotim dibantu dinas teknis lainnya," tandas Multazam. (DEWI PATMALASARI/H)