KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Upacara tradisi pedang pora digelar di Mapolres Kapuas untuk melepas salah satu anggota Polres Kapuas, yaitu Kompol Agus Sumarna, yang memasuki masa purna tugas. 

Kegiatan ini telah menjadi bagian dari tradisi Polres Kapuas untuk memberikan penghormatan kepada anggota yang menjalani wisuda purnabakti.

Kapolres Kapuas, AKBP Gede Pasek Muliadnyana, menjelaskan bahwa upacara wisuda purnabakti dengan pedang pora bertujuan untuk memberikan penghargaan dan penghormatan kepada anggota yang telah menyelesaikan masa tugasnya. 

Tradisi pedang pora ini menjadi simbol penghormatan atas jasa dan pengabdian anggota yang telah berakhir masa tugasnya. 

"Pedang pora ini menunjukkan semangat kami dalam mengantarkan anggota yang telah selesai masa tugas. Dengan harapan, kami semua akan melanjutkan perjuangannya, dan bagi yang pensiun, semoga tetap diberikan kesehatan dan keselamatan," kata AKBP Gede Pasek Muliadnyana, Selasa, 3 September 2024.

--page

Tradisi pedang pora yang dilakukan setiap tahun oleh Polres Kapuas ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja dan dedikasi para anggota selama menjadi bagian dari Polri.

"Tradisi ini dipersembahkan sebagai wujud apresiasi kami terhadap pengabdian para purnabakti. Mereka telah berkarya dan mengabdi kepada negara. Selain itu, tradisi ini juga merupakan bentuk penghormatan kita kepada para senior," ucapnya.

Kapolres juga mengingatkan kepada para petugas kepolisian yang telah purna tugas untuk tetap mengabdi kepada bangsa dan negara meski di luar lingkungan kepolisian. Ia juga meminta agar para purnabakti tetap menjaga jiwa Tribrata dan Catur Prasetya Polri.

"Kami mengucapkan terima kasih dan selamat atas selesainya masa tugas sebagai anggota Polri dengan sukses. Walaupun sudah purna tugas, jiwa Tribrata dan Catur Prasetya harus tetap melekat dan tetap mengabdi kepada tugas bangsa dan negara di luar Kepolisian," pungkasnya. (DODI/Y)