BORNEONEWS, Palangka Raya - Selama Juli 2016 terjadi Inflasi di Kalimantan Tengah (Kalteng) sebesar 0,3%. Kondisi inflasi ini merupakan gabungan dari indikator di dua kota yaitu Kota Palangka Raya dan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sedangkan laju inflasi tahun kalender atau Januari-Juli 2016 mencapai 0,71 %.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Kalteng Bambang Supriono, Senin (1/8/2016) siang menjelaskan, untuk inflasi Kota Palangka Raya terjadi 0,20 % atau mengalami kenaikan indeks harga dari 121,46 di Juni 2016 menjadi 121,70 di Juli 2016. Laju inflasi tahun kalender 2016 sebesar 0,55 % dan laju inflasi tahun ke tahun sebesar 1,82 %.

Sementara di Kota Sampit juga mengalami inflasi 0,49 % akibat kenaikan indeks harga dari 124,59 di Juni 2016 menjadi 125,20 di Juli 2016. Laju inflasi tahun kalender sebesar 1,02 % dan laju inflasi tahun ke tahun sebesar 3,72 %.

“Kalteng merupakan gabungan dari dua kota, Palangka Raya dan Sampit. Di Palangka Raya mengalami inflasi 0,2% sedangkan di Sampit 0,49%. Sehingga Kalteng selama Juli 2016 terjadi inflasi sebesar 0,3%. Laju inflasi tahun kalender 0,71 % dan laju inflasi year on year 2,50%,” jelasnya.

Terkait kondisi Palangka Raya, ia menjelaskan, inflasi dipengaruhi oleh terutama meningkatnya indeks harga pada kelompok sandang (0,86%), sedangkan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,02%.

Laju inflasi tahun kalender hingga Juli 2016 di Kota Palangka Raya sebesar 0,55%, terutama dipengaruhi oleh tingginya laju inflasi kelompok pengeluaran rumah tangga untuk kesehatan 3,62% dan sandang 3,04%, serta makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 2,88%.

Jika dilihat andil komoditas utama penyumbang inflasi di Palangka Raya, Bawang merah sumbang 9% disusul sewa rumah 5%, lalu emas perhiasan 4%, dan wortel 3%,” katanya.

Di Kota Sampit, laju inflasi tahun kalender hingga Juli 2016 sebesar 1,02%, relatif lebih tinggi dibandingkan Kota Palangka Raya yang hanya 0,55%. Pengaruh utama terhadap laju inflasi pada periode tersebut berasal dari pengeluaran rumah tangga pada kelompok bahan makanan sebesar 3,26% dan sandang sebesar 2,23%.

“Pada bulan yang sama, Kota Sampit juga mengalami inflasi sebesar 0,49% terutama dipengaruhi oleh meningkatnya indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan (1,14%), transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,98%). Dilihat dari komoditas yang jadi andil inflasi Sampit adalah angkutan udara 18%, bawang merah 17%, daging ayam ras 11%, dan ikan Tongkol 3%,” ujarnya. (ROZIKIN/m)