BORNEONEWS, Kotim - Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) mendorong pihak sekolah meningkatkan mutu para guru. Pasalnya, pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Kotim belum merata. Masih ada perbedaan antara sekolah umum dengan sekolah unggulan. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) berkomitmen dalam upaya pemerataan pendidikan tersebut.

“Sebagaimana Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kotim 2016-2021, target kami agar mutu pendidikan itu berada di seluruh satuan pendidikan, bukan hanya di beberapa satuan pendidikan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi, di Sampit, Kamis (4/8/2016).

Menurut dia, pemkab menargetkan kualitas pelayanan pendidikan di wilayah-wilayah pedalaman memiliki kualitas pendidikan yang tidak jauh dari wilayah perkotaan. “Targetnya ke sana, jangan sampai terjadi sebuah ketimpangan dan kesenjangan yang sangat lebar. Itu yang tidak kita inginkan.”

Suparmadi pun mendorong sekolah-sekolah membuat program peningkatan mutu guru, selain yang menjadi program dari disdik. Harapannya, hal tersebut bisa mendorong guru lebih kreatif dalam menyampaikan materi ajar kepada siswa. “Kami di disdik juga berupaya melakukan pemerataan guru dan kepala sekolah sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan.”

Kendati satuan-satuan pendikan di Kotim masih membutuhkan berbagai sarana dan prasarana pendidikan, seperti ruang kelas belajar (RKB), mebeler, perpustakaan dan laboratorium, tetapi disdik optimistis dapat melengkapinya secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Suparmadi mengatakan, kepala sekolah memiliki peran penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Kepsek harus memiliki inovasi, yakni mengupayakan agar lingkungan sekolah menjadi tempat yang menyenangkan untuk menuntut ilmu. “Jadi bagaimana sekolah membuat program peningkatan mutu guru. Sehingga mereka termotivasi dan rajin mengajar serta meningkatkan kemampuan.” (M. RIFQI/N).