PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian ata NTUP Kalteng mengalami penurunan senilai 0,20 persen.

"NTUP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani atau It dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal atau BPPBM," kata Agnes pada Senin, 23 September 2024.

Secara umum, katanya, NTUP dapat mencerminkan tingkat reduksi terhadap nilai tukar sebagai dampak perubahan tingkat harga kebutuhan konsumsi rumah tangga petani produsen, termasuk peternak dan nelayan.

"Pada Agustus 2024, NTUP mengalami penurunan sebesar 0,20 persen dibanding Juli 2024, yaitu dari 128,91 menjadi 128,65," jelas Agnes.

Penurunan ini katanya terjadi karena indeks yang diterima atau It mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan indeks BPPBM sebesar 0,27 persen.

"Jika dilihat per subsektor, Tanaman Perkebunan Rakyat merupakan subsektor yang memiliki NTUP terbesar pada Agustus 2024 yakni sebesar 148,48, diikuti Hortikultura sebesar 108,08, Peternakan sebesar 104,81, Tanaman Pangan sebesar 104,45, dan Perikanan sebesar 98,29," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)