BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Juli 2024, layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan. Nilai ekspor tercatat sebesar US$34,74 juta, turun dari kontribusi 23,87 persen pada Juni 2024 menjadi hanya 12,82 persen.
"Tiga pelabuhan utama yang melayani ekspor di Kalimantan Tengah selama periode ini adalah Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Pulang Pisau, dan Pelabuhan Sampit," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 24 September 2024.
Pelabuhan Kumai, katanya, mencatat total nilai ekspor sebesar US$28,62 juta, sementara Pelabuhan Pulang Pisau dan Pelabuhan Sampit masing-masing mencatat nilai ekspor sebesar US$2,42 juta. Di sisi lain, layanan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lain mencapai US$236,15 juta atau 87,18 persen dari total nilai ekspor Kalimantan Tengah, dengan sebagian besar ekspor melalui Pelabuhan Banjarmasin yang mencatat nilai sebesar US$168,75 juta atau 62,29 persen dari total nilai ekspor.
"Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Juli 2024 mengalami penurunan drastis sebesar 80,16 persen, dari US$175,10 juta menjadi US$34,74 juta," terangnya.
Sebaliknya, lanjut Agnes, layanan ekspor melalui provinsi lain pada Juli 2024 mengalami peningkatan sebesar 42,97 persen dibandingkan Juli 2023, dari US$165,18 juta menjadi US$236,15 juta. Peningkatan tertinggi secara year on year terjadi pada Pelabuhan Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang mencatat peningkatan sebesar US$57,82 juta, meskipun tidak ada ekspor pada Juli 2023.
"Secara kumulatif, jika dibandingkan dengan periode Januari-Juli 2023, terjadi penurunan layanan ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah sebesar US$161,55 juta atau turun 29,52 persen. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya aktivitas ekspor di Pelabuhan Kumai sebesar US$97,29 juta atau turun 22,55 persen," ungkapnya.
--page
Kondisi serupa juga menurutnya terjadi pada layanan ekspor melalui provinsi lain yang mengalami penurunan sebesar US$611,68 juta atau turun 23,06 persen, dengan penurunan terbesar terjadi di Pelabuhan Banjarmasin yang turun sebesar US$597,39 juta atau turun 27,58 persen. (TESTI PRISCILLA/Y)









