BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah selama Agustus 2024 didominasi oleh hasil industri, dengan nilai mencapai US$69,02 juta atau 92,29 persen dari total ekspor.
"Produk utama dari sektor ini meliputi lemak dan minyak hewani/nabati seperti minyak kelapa sawit, kayu olahan dan kayu lapis, serta ampas dan residu dari industri makanan," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Minggu, 13 Oktober 2024.
Sementara itu, lanjutnya, ekspor komoditas tambang melalui pelabuhan di Kalteng mencakup 6,23 persen dari total ekspor pada bulan yang sama. Sebagian besar komoditas tambang diekspor melalui pelabuhan di luar Kalimantan Tengah, dengan nilai ekspor mencapai US$4,66 juta. Komoditas utama dari sektor ini adalah bijih seng dan bijih timbal, garam, belerang, kapur, dan batu bara.
"Berbeda dengan sektor tambang, ekspor produk pertanian di Kalteng sebagian besar dilakukan melalui pelabuhan lokal seperti Pelabuhan Kumai dan Bandara Tjilik Riwut," jelasnya.
Nilai ekspor produk pertanian pada Agustus 2024 mencapai US$1,11 juta. Produk utama dari sektor ini meliputi bahan nabati untuk anyam-anyaman, ikan hidup hasil budidaya, serta tanaman hortikultura lainnya.
"Secara year on year, ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 mengalami penurunan sebesar 24,74 persen dibandingkan Agustus 2023, dari US$99,37 juta menjadi US$74,79 juta. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya aktivitas ekspor di ketiga sektor utama tersebut," jelas Agnes lagi.
Secara kumulatif, lanjutnya, ekspor melalui pelabuhan di Kalteng pada periode Januari-Agustus 2024 juga mengalami penurunan signifikan sebesar 28,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Total nilai ekspor turun dari US$186,12 juta pada 2023 menjadi US$132,64 juta pada 2024.
"Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk menurunnya permintaan global dan tantangan logistik yang dihadapi oleh sektor industri, tambang, dan pertanian di Kalteng. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat bekerja sama untuk mengatasi hambatan ini dan meningkatkan kembali kinerja ekspor di masa mendatang," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)









