BORNEONEWS, Kotim - Mengantisipasi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yang biasanya terjadi setiap tahun, Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur menyiapkan 1.600 masker yang akan dibagikan ke masyarakat guna mengantisipasi munculnya penyakit ISPA.
“Kami sudah ada stok 1.600 lembar masker yang disiapkan jika terjadi Karhutla,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kotim Faisal Novendra Cahyanto, melalui Kepala Bidang PMA, Triyono, Selasa (30/8/2016).
Kabupaten Kotawaringin Timur adalah salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang merupakan terparah terjadi kebakaran lahan dan asap. Untuk itu, berbagai langkah antisipasi terus disiapkan pemerintah daerah, bukan hanya penaganana Karhutla tetapi juga antisipasi penyakit yang ditimbulkan akibat pengaruh asap gambut yang dihirup masyarakat.
Selain menyediakan ribuan lembar masker tersebut, Dinas Kesehatan juga kata Triyono menyediakan tabung oksigen yang bisa digunakan oleh masyarakat secara gratis ketika kondisi kabut asap sudah sangat membahayakan kesehatan masyarakat seperti halnya pada tahun 2015 lalu.
“Ada 10 tabung oksigen yang disedaiakan. Seperti pada tahun lalu ruang isolasi oksigen adalah di Puskesmas Baamang II Jalan Cillik Riwut kilometer 4 Sampit,” katanya.
Meski saat ini titik api masih terbilang minim dan mampu dikendalikan oleh satuan tugas penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan. Namun struktur tanah di daerah itu yang merupakan tanah gambut sangat mudah terbakar saat musim kemarau.
Sementara itu, Komandan Satgas Karhutla Kotim yang juga Dandim 1015 Sampit, Letkol Inf I Gede Putra Yasa, menyayangkan kepedulian sebagian masyarakat masih rendah untuk turut menanggulangi kebakaran lahan.
“Saat saya pulang dari Palangka Raya, ada kebakaran lahan di sisi jalan menuju Sampit. Saya bersama sopir turun memadamkan api dengan peralatan seadanya. Banyak orang lalu lalang hanya melihat, tapi tak ada satupun yang membantu memadamkan api,” katanya.
Dia mengaku prihatin dengan kejadian itu. Seharusnya masyarakat peduli dan turut membantu mencegah kebakaran lahan dan kabut asap parah seperti tahun lalu kembali terjadi.
Kabut asap tahun lalu membuat aktivitas masyarakat nyaris lumpuh. Kesehatan masyarakat juga terganggu. Pengalaman pahit itu seharusnya menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi.
“Kita harus sepakat bahwa Kalimantan Tengah jangan sampai dilanda kebakaran lahan lagi. Kalau kita semua peduli dan berkomitmen, saya yakin kebakaran parah dan kabut asap bisa kita cegah,” tegasnya. (RAFIUDIN/N).








