SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menyambut baik penyelenggaraan kejuaraan Taekwondo tingkat pelajar yang berlangsung di Kota Sampit. Staf Ahli Bupati Kotim, Wim RK Benung, menyampaikan bahwa ajang ini diharapkan dapat munculnya bibit muda berbakat di cabang olahraga (cabor) Taekwondo.

"Kejuaraan ini adalah langkah penting untuk melahirkan atlet muda berbakat yang nantinya dapat mengharumkan nama Kabupaten Kotim. Kami sangat berterima kasih kepada Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (TI) yang telah melaksanakan kegiatan ini, meski tanpa bantuan hibah dari pemerintah daerah, mengingat saat ini alokasi hibah belum tersedia," kata Wim, Sabtu, 19 Oktober 2024.

Wim berharap agar ke depan seluruh 30 cabang olahraga di Kotim dapat berkompetisi dalam mencetak atlet berprestasi, baik dari kalangan pelajar maupun profesional.

"Kami ingin melihat para atlet tidak hanya sukses di tingkat lokal, tetapi juga mampu membawa nama Kotim ke kancah nasional hingga internasional," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia I Ketut Fourent Kusamba, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Perwasitan Taekwondo Kotim, menjelaskan turnamen ini merupakan bagian dari pembinaan atlet pelajar di daerah.

"Tahun ini, prestasi Taekwondo di Kotim luar biasa dengan berhasil meloloskan atlet ke PON 2024. Ini menjadi sejarah dan kebanggaan bagi Taekwondo Kalteng," ujarnya.

I Ketut menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah daerah, Koni, dan Dispora sangat dibutuhkan agar pembinaan Taekwondo dapat semakin berkembang.

"Walaupun belum mencapai prestasi puncak, keberhasilan ini menjadi poin penting untuk mendorong lebih banyak atlet terlibat di masa mendatang," katanya.

Kejuaraan Taekwondo kali ini diikuti oleh 170 peserta dari jenjang TK hingga SMA. Untuk kategori anak usia dini, kompetisi dikemas dalam bentuk festival untuk memberikan pengalaman dan membangkitkan semangat bertanding. "Semua peserta akan mendapat medali sebagai bentuk apresiasi dan motivasi awal," jelas I Ketut.

Selain membina atlet, turnamen ini juga menjadi ajang sosialisasi ke sekolah-sekolah agar lebih banyak lembaga pendidikan tertarik mengembangkan olahraga Taekwondo.

"Turnamen ini bagian dari pencarian talenta terbaik yang akan bergabung di squad PON. Kami akan terus melakukan pembinaan berjenjang, termasuk dengan mengikuti kejuaraan di Palangkaraya pada November mendatang," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/j)