BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya menunjukkan kepeduliannya terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan melakukan evakuasi terhadap ODGJ yang meresahkan masyarakat.
Koordinator Call Center 112, Sucipto, mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2024, tim Damkar telah mengevakuasi 63 ODGJ yang berkeliaran di Kota Palangka Raya.
"Jumlah ini menunjukkan bahwa ODGJ dengan berbagai perspektif membanjiri Kota Cantik," ujar Sucipto, Jumat, 15 November 2024.
Data yang dihimpun Call Center 112 menunjukkan peningkatan jumlah evakuasi ODGJ dari bulan ke bulan. Pada Januari hingga Maret, tercatat 18 ODGJ dievakuasi. Angka ini meningkat pada April hingga Juni menjadi 20 ODGJ.
Kemudian pada Juli hingga September, tercatat 17 ODGJ yang dievakuasi. Di bulan Oktober, hingga saat ini sudah 8 ODGJ yang berhasil dievakuasi.
Sucipto menjelaskan bahwa evakuasi ODGJ dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang diterima melalui Call Center 112. Tim Damkar langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi ODGJ, yang kemudian diserahkan kepada pihak keluarga atau dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei.
"Kami selalu siap untuk menerima dan menanggapi laporan masyarakat. Setelah menerima laporan, tim kami akan segera bergerak untuk melakukan evakuasi dan penanganan," tambah Sucipto.
Sucipto menegaskan bahwa peningkatan jumlah evakuasi ODGJ menjadi upaya bersama untuk meningkatkan perhatian lebih terhadap kesehatan mental masyarakat. Ia berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap ODGJ di lingkungan sekitar dan segera melaporkan jika menemukan ODGJ yang membutuhkan bantuan.
"Kami juga berharap agar masyarakat dapat lebih memahami dan tidak stigmatisasi terhadap ODGJ. Mereka juga manusia yang membutuhkan kasih sayang dan pertolongan," pungkasnya. (PATHUR/H)









