BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa saat ini telah dilaksanakan kerjasama kedua kalinya antara OJK dengan BPS dalam pelaksanaan Survey Literasi dan Inklusi Keuangan di Provinsi Kalimantan Tengah.
Hal ini disampaikannya terkait telah dilaksanakannya kegiatan pelatihan bagi Petugas Survey Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK dan Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng.
"Adapun survey ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat literasi dan inklusi keuangan, serta sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas program literasi dan inklusi keuangan, juga sebagai bahan perencanaan program kegiatan literasi dan inklusi keuangan pada tahun berikutnya," kata Agnes dalam rilis yang dikirimkan OJK Kalteng pada Selasa, 3 Desember 2024.
Survey literasi dan inklusi keuangan tahun ini, kata Agnes, akan berfokus pada responden Anggota Rumah Tangga atau ART berusia 15-79 tahun, yang dipilih secara menyeluruh di 34 provinsi di Indonesia mencakup 120 Kabupaten/Kota dan 8 wilayah Kantor Regional/Kantor OJK. Pada Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Tengah terdapat 3 wilayah kabupaten yang akan menjadi sampel, yaitu Kabupaten Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kota Palangka Raya.
"Sampel Blok Sensus yang akan diambil sebanyak 27 Blok Sensus, dengan total sampel rumah tangga sebanyak 270 sampel," jelasnya.
Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara tatap muka langsung menggunakan CAPI atau Computer-Assisted Personal Interview dengan pelaksanaan lapangan mulai tanggal 22 Januari sampai dengan 11 Februari 2024.
“Saya berharap kegiatan kerjasama ini dapat berjalan dengan baik, dengan mempersiapkan segala hal mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan survey yang baik agar data yang dihasilkan juga berkualitas baik," terang Agnes.
Dalam Pelatihan Petugas Lapangan SNLIK ini juga terdapat materi mengenai Pengenalan OJK dan Lembaga Jasa Keuangan yang disampaikan oleh Pengawas Junior Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Keuangan Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Noor Bima Haru Kurniawan, dan materi pembekalan pada petugas lapangan yang disampaikan oleh Instruktur Nasional BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Elisamarta Rotua Sibagariang. (TESTI PRISCILLA/H)









