BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan nilai jual produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang perikanan melalui peningkatan kualitas pengemasan.

"Pengemasan yang baik sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk perikanan," ujar Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan Kotim, F. Betti Riani. 

Dia menekankan bahwa pengemasan tidak hanya berfungsi untuk melindungi produk, tetapi juga meningkatkan nilai estetika dan menarik perhatian konsumen. 

Kotim memiliki 17 kecamatan dan 168 desa, dengan tiga kecamatan pesisir, yaitu Kecamatan Teluk Sampit, Kecamatan Pulau Hanaut, dan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yang merupakan penghasil utama hasil perikanan laut.

Namun pada musim tertentu, hasil tangkapan melimpah sehingga harga menjadi rendah. Di sisi lain banyak hasil perikanan yang tertangkap sepanjang musim juga memiliki nilai yang rendah dalam bentuk segar. 

"Untuk mengatasi hal ini, kami mendorong penggunaan sarana yang diperlukan oleh penampung/pengumpul agar hasil tangkapan tetap segar. Selain itu, keluarga nelayan, terutama ibu-ibu nelayan, mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk olahan seperti kerupuk, terasi, ikan kering, amplang, ebi, abon ikan, dan produk lainnya," ujarnya. 

Betti menekankan bahwa pengemasan produk merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan hasil dari olahan perikanan.

Saat ini kelompok pengolahan (Poklahsar) untuk pengolahan hasil perikanan tidak hanya ada di daerah pesisir, tetapi juga dibeberapa kecamatan bagian tengah dan hulu. Dinas Perikanan Kotim telah memfasilitasi pembentukan kelompok-kelompok ini.

Dinas Perikanan Kotim berkomitmen untuk terus mendukung pelaku UMKM perikanan dalam meningkatkan kualitas produk dan akses pasar mereka.

 "Kami berharap dengan adanya peningkatan kualitas pengemasan, produk perikanan dari Kotim dapat bersaing di pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM," tutup Betti. (DEVIANA/R)