SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) bersama PT PLN berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan listrik yang aman. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kelistrikan yang masih sering terjadi.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Awareness Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) Tahun 2025, yang digelar pada Kamis, 13 Maret 2025.

Manajer PLN UP3 Pangkalan Bun, Presly Silaen, mengatakan masih banyak masyarakat yang terkena dampak kecelakaan ketenagalistrikan, terutama pada bulan Ramadan. Pada periode ini, aktivitas masyarakat yang menggunakan listrik meningkat, seperti pemasangan lampu hias dan berbagai kegiatan lainnya.

"Sering kali masyarakat memasang umbul-umbul atau spanduk yang berdekatan dengan jaringan listrik. Ini sangat berbahaya dan bisa memicu kecelakaan," ujar Presly, Kamis, 13 Maret 2025.

Lanjutnya, PLN siap melayani masyarakat selama 24 jam jika ada keluhan atau kebutuhan koordinasi terkait masalah kelistrikan. Selain itu, PLN UP3 Pangkalan Bun juga berkomitmen membangun infrastruktur kelistrikan yang lebih baik di wilayah kerjanya Seruyan, Kotim, Pangkalan Bun, Sukamara, dan Lamandau demi memastikan pasokan listrik yang aman dan andal.

--page

Sementaraotu itu, Wakil Bupati Kotim Irawati menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran tentang penggunaan listrik yang aman. Meski listrik merupakan kebutuhan pokok, penggunaannya yang tidak tepat dapat membahayakan dan memicu kecelakaan.

"Banyak kecelakaan listrik terjadi karena kelalaian atau kurangnya pemahaman tentang cara penggunaan yang benar. Oleh karena itu, edukasi ini sangat penting," kata Irawati.

Irawati juga mengapresiasi upaya PLN dalam menyosialisasikan keselamatan ketenagalistrikan dan berharap sosialisasi semacam ini terus ditingkatkan. Kolaborasi dengan instansi seperti Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), pemadam kebakaran, dan lembaga lainnya dinilai dapat memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

Di sisi lain, Irawati mengungkapkan bahwa di Kotim masih terdapat 25 desa yang belum teraliri listrik. Ia berharap PLN dan pemerintah daerah dapat menghadapi tantangan ini bersama-sama agar listrik dapat dinikmati seluruh masyarakat.

"Kami mengapresiasi PT PLN UP3 Pangkalan Bun yang telah berupaya mengalirkan listrik ke desa-desa terpencil serta melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan berjalan lancar," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)