PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Negara tujuan utama ekspor Kalimantan Tengah pada Oktober 2024 adalah India, Jepang, dan Tiongkok. Nilai ekspor ke India mencapai US$80,46 juta dan berkontribusi sebesar 29,52 persen terhadap total ekspor Kalimantan Tengah.

Sementara itu, nilai ekspor ke Jepang tercatat sebesar US$74,93 juta atau berkontribusi 27,49 persen, dan ekspor ke Tiongkok mencapai US$49,10 juta atau berkontribusi 18,01 persen.

"India, Jepang, dan Tiongkok terus menjadi mitra dagang utama bagi Kalimantan Tengah," ujar Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Selasa, 24 Desember 2024.

Dibandingkan dengan bulan sebelumnya, terjadi penurunan nilai ekspor ke sejumlah negara tujuan, yaitu Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Vietnam, serta berbagai negara tujuan lainnya. Penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada ekspor ke Jepang, yang turun sebesar US$67,23 juta atau 47,29 persen.

"Penurunan ini mencerminkan adanya fluktuasi permintaan dan harga di pasar internasional," jelas Agnes.

Sementara itu, lanjutnya, ekspor ke India mengalami peningkatan terbesar senilai US$37,81 juta atau naik 88,65 persen.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2023, pada Oktober 2024 terjadi peningkatan nilai ekspor pada sejumlah negara tujuan ekspor kecuali Jepang, Tiongkok, Bangladesh, dan berbagai negara tujuan lainnya. Peningkatan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan India senilai US$26,29 juta atau naik 48,53 persen, diikuti oleh Korea Selatan sebesar US$14,44 juta atau naik 70,92 persen.

"Peningkatan ini menunjukkan adanya permintaan yang tinggi terhadap komoditas ekspor dari Kalimantan Tengah," tambah Agnes.

Sementara itu, penurunan nilai ekspor terbesar tercatat untuk tujuan Tiongkok sebesar US$40,30 juta atau turun 45,08 persen, kemudian disusul oleh Bangladesh sebesar US$23,06 juta atau turun 84,16 persen.

"Penurunan ini mencerminkan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh sektor ekspor di Kalimantan Tengah," kata Agnes.
Hal ini menunjukkan bahwa pasar internasional memiliki dinamika yang kompleks dan mempengaruhi nilai ekspor.

Agnes Widiastuti menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa negara tujuan utama.

"Kami terus berupaya untuk membuka pasar baru dan meningkatkan daya saing komoditas ekspor Kalimantan Tengah," jelasnya.

Diversifikasi pasar ini diharapkan dapat memberikan stabilitas dan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi sektor ekspor.

Dengan adanya peningkatan dan penurunan nilai ekspor ini, diharapkan pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing komoditas ekspor Kalimantan Tengah di pasar internasional.

"Kami berharap upaya ini dapat membantu meningkatkan nilai ekspor dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/H)