BORNEONEWS, Sampit - Peresmian pabrik pakan dan pabrik es di Desa Sei Ijum, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang dijadwalkan bertepatan dengan peringatan HUT Kabupaten Kotim ke-72, terpaksa ditunda.
Hal ini disebabkan oleh kesibukan Bupati Kotim Halikinnor yang bertugas sebagai inspektur upacara (irup) di Kecamatan Telaga Antang pada hari peringatan tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kotim Ahmad Sarwo Oboi menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini tidak dapat dihindari karena padatnya agenda HUT Kotim yang digelar di tiga lokasi berbeda, yakni Telaga Antang, Cempaga, dan Mentaya Hilir Selatan.
"Karena Bapak Bupati bertindak sebagai inspektur upacara di zona 1 (Telaga Antang), maka tidak memungkinkan untuk meresmikan pabrik di waktu yang sama. Untuk kepastian tanggal peresmian, kami menunggu bupati kembali dari agenda di Jakarta. Bupati ke Jakarta tanggal 8 Januari," ujar Oboi, Senin, 6 Januari 2025.
Meskipun peresmian ditunda, Oboi memastikan bahwa seluruh sarana, baik pabrik pakan maupun pabrik es, sudah siap digunakan. Bahkan, rencananya saat peresmian nanti akan dilakukan panen perdana produksi es dari pabrik tersebut.
"Insya Allah, peresmian akan tetap dilakukan pada bulan Januari ini. Kami juga telah melakukan persiapan maksimal, termasuk kerja bakti membersihkan sarana-sarana tersebut bersama seluruh pegawai Dinas Perikanan," tambahnya
Pabrik pakan dan pabrik es di Desa Sei Ijum merupakan fasilitas strategis untuk mendukung sektor perikanan di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kehadiran dua pabrik ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para pelaku usaha perikanan, khususnya nelayan dan kelompok pembudidaya ikan, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Dengan penundaan ini, pemerintah daerah tetap berkomitmen memastikan fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat, demi mendukung pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan di Kotim.
Peresmian pabrik pakan dan pabrik es di Desa Sei Ijum diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan di Kotim. Keberadaan kedua pabrik ini diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam proses produksi ikan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan nelayan dan pembudidaya ikan. (DEVIANA/H)









