PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani atau NTP pada periode Januari-Desember menggambarkan NTP yang terjadi selama tahun berjalan. Secara umum, NTP Kalimantan Tengah selama tahun 2024 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada Januari 2024, NTP tercatat sebesar 121,24 dan meningkat menjadi 132,99 pada Desember 2024.

"Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam daya beli petani di Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2024," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 14 Januari 2025.

Peningkatan NTP ini tidak lepas dari pengaruh Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat. Subsektor ini memiliki kontribusi terbesar terhadap NTP Kalimantan Tengah. Nilai tukar subsektor ini menunjukkan kinerja yang sangat baik sepanjang tahun 2024, memberikan dampak positif terhadap keseluruhan NTP di wilayah tersebut.

"Pada Desember 2024, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mencatatkan NTP sebesar 161,34. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan subsektor lainnya. Subsektor ini menjadi andalan utama dalam peningkatan NTP di Kalimantan Tengah, berkat kinerja yang stabil dan menguntungkan," tutur Agnes lagi.

Selain Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, Subsektor Hortikultura juga menunjukkan kinerja yang baik dengan NTP sebesar 104,61 pada Desember 2024. Subsektor ini berkontribusi positif terhadap peningkatan NTP di Kalimantan Tengah, meskipun tidak sebesar Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat. Kinerja subsektor ini menunjukkan potensi yang baik untuk terus berkembang di masa mendatang.

"Subsektor Peternakan juga mencatatkan NTP yang positif dengan nilai 100,69 pada Desember 2024. Meskipun kontribusinya tidak sebesar subsektor lainnya, subsektor ini tetap memberikan dampak positif terhadap keseluruhan NTP di Kalimantan Tengah. Kinerja subsektor ini menunjukkan adanya potensi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar di masa mendatang," jelasnya.

Subsektor Perikanan dan Subsektor Tanaman Pangan masing-masing mencatatkan NTP sebesar 99,46 dan 96,00 pada Desember 2024. Meskipun nilai tukar kedua subsektor ini lebih rendah dibandingkan subsektor lainnya, mereka tetap memberikan kontribusi positif terhadap keseluruhan NTP di Kalimantan Tengah. Kinerja kedua subsektor ini menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan dan pengembangan di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/H)