SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan rekonstruksi Jalan Kota Besi-Kandan-Camba selesai pada tahun ini. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menyebutkan proyek ini menjadi salah satu dari enam proyek strategis prioritas tahun 2025.

Proyek ini melanjutkan rekonstruksi tahun 2024, di mana anggaran Rp12,8 miliar telah digunakan untuk pengaspalan sepanjang 3 kilometer. Tahun ini, alokasi anggaran sebesar Rp26 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) diupayakan untuk menyelesaikan rekonstruksi sepanjang 9 kilometer hingga Desa Camba.

"Kita rencanakan tuntas tahun ini. Realisasinya tentu tergantung situasi di lapangan. Namun, dengan anggaran yang sudah diterima, kami optimis penyelesaian bisa dilakukan, asalkan tidak ada kendala besar," ujar Mentana, Selasa, 21 Januari 2025.

Jalan menuju Desa Camba telah lama menjadi keluhan warga. Kondisinya yang rusak parah, terutama saat musim hujan, membuat akses menjadi sulit. Lumpur kerap menghambat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Candra, salah satu warga Desa Camba, menceritakan pengalamannya melintasi jalan tersebut.

--page

“Saya orang asli Camba. Kalau ingin ke desa tetangga atau ke kota, saya harus melewati jalan ini. Kalau tidak pakai sepatu bot atau membawa baju ganti, pasti habis terkena lumpur. Kami sangat berharap pemerintah daerah benar-benar memperhatikan kondisi kampung kami,” ujar Candra.

Selain menghambat mobilitas, kerusakan jalan ini berdampak pada perekonomian desa. Warga kesulitan mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan sehari-hari. Sehingga dirinya menyambut baik rencana penuntasan rekonstruksi jalan tersebut. (DEWI PATMALASARI/Y)