BORNEONEWS, Sampit – Kapal susur sungai milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) yang tenggelam di Sungai Mentaya, tepatnya di belakang Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) pada, Selasa, 21 Januari 2025, mulai dievakuasi.
"Kami mencoba untuk mengevakuasi kapal ini dan mengangkatnya supaya bisa timbul," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Bima Eka Wardhana, Sabtu, 25 Januari 2025.
Bima menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan drum plastik untuk membantu kapal mengapung. Sekitar 60 drum plastik diikat di bawah kapal sebagai penyangga agar kapal bisa diangkat ke permukaan.
"Jika sudah timbul, kapal akan dibawa ke seberang untuk didocking dan menjalani perbaikan," tambahnya.
Proses evakuasi kapal tersebut melibatkan penyelam tradisional. Evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar empat hari, tergantung kondisi cuaca.
Hingga Sabtu, proses evakuasi telah menunjukkan kemajuan. Saat ini, atap kapal sudah terlihat di permukaan. Bima berharap cuaca mendukung sehingga proses pengangkatan bisa selesai sesuai rencana.
Adapun kapal susur sungai yang tenggelam tersebut memiliki nilai inventaris sekitar Rp800 juta, termasuk barang-barang di dalamnya. (DEWI PATMALASARI/H)









