BORNEONEWS, Sampit – Program internet gratis yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, disambut hangat oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya desa yang kini beramai-ramai mengajukan permohonan bantuan serupa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim, Marjuki, didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Agus Pria Dany, menjelaskan bahwa manfaat program ini sangat terasa bagi pemerintah desa dan masyarakat.
"Manfaatnya sangat dirasakan pemerintah desa dan masyarakat sehingga kini banyak desa yang mengusulkan bantuan tersebut," ujar Marjuki, Selasa, 4 Februari 2025
Diskominfo Kotim menjalankan program internet gratis ini melalui dua teknologi, yaitu VSAT dan Starlink. Keduanya memanfaatkan teknologi satelit sehingga mampu menjangkau desa-desa terpencil sekalipun. Bantuan VSAT, yang berjumlah 24 titik di tahun 2024, bersumber dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), dan difokuskan pada satuan pendidikan.
Sementara itu, program Starlink sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotim. Saat ini, empat lokasi telah menerima bantuan perangkat Starlink, yaitu Kecamatan Tualan Hulu, Desa Sungai Hanya Kecamatan Antang Kalang, Desa Pamalian Kecamatan Kota Besi dan Desa Biru Maju Kecamatan Telawang.
"2025 ini Starlink disalurkan ke Kecamatan Tualan Hulu. Sudah diuji coba dan alhamdulillah sangat membantu pelayanan di kecamatan dan masyarakat sekitar dengan mengakses internet gratis," ucapnya.
Beberapa desa lain, seperti Desa Kenyala Kecamatan Telawang, Desa Pamalian dan Rasau Tumbuh Kecamatan Kota Besi, serta Desa Tehang Kecamatan Parenggean juga telah mengajukan permohonan bantuan Starlink. Desa-desa ini sebelumnya telah mengajukan pembangunan menara telekomunikasi atau BTS, namun belum disetujui pemerintah pusat.
Starlink, menurut Agus, menjadi solusi jangka pendek, sementara pembangunan BTS tetap menjadi prioritas jangka panjang.
"Jadi Starlink ini untuk penanganan jangka pendek. Untuk jangka panjang, kita tetap mengusulkan pembangunan BTS karena radius jangkauannya lebih luas," jelasnya.
Meskipun efektif untuk daerah dengan sinyal lemah karena kemudahan pemasangannya, jangkauan Starlink yang terbatas sekitar 100-300 meter membuat perangkat ini umumnya dipasang di kantor desa.
Agus memastikan bahwa seluruh 17 kecamatan di Kotim telah terjangkau internet, namun kendala sinyal lemah di beberapa titik masih menjadi fokus penanganan.
"Kami tegaskan, 17 kecamatan di Kotawaringin Timur ini sudah terjangkau internet. Jadi tidak ada yang blank spot. Yang ada itu susah sinyal, makanya ini yang kita tangani jangka pendek," tegas Agus. (DEVIANA/H)









