BORNEONEWS, Sampit – Mantan Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Jhon Krisli, menyoroti sejumlah bangunan megah milik pemerintah yang kini terbengkalai. Padahal, anggaran pembangunan fasilitas tersebut menelan puluhan miliar rupiah.
"Kami mendesak agar ada sikap dari pemerintah terhadap aset-aset ini. Jika tidak difungsikan, bangunan-bangunan tersebut akan cepat mengalami kerusakan," kata Jhon Krisli, Senin, 17 Februari 2025.
Salah satu proyek yang disorot adalah Sirkuit Roadrace di Jalan Sawit Raya, yang menelan anggaran hingga Rp25 miliar. Hingga kini, sirkuit tersebut tidak difungsikan dan terancam kembali menjadi semak belukar.
Jhon menilai, sirkuit ini lebih baik dibuka dan digunakan oleh penggemar balap motor daripada mereka harus berlatih di Stadion 29 November yang penuh keterbatasan.
Selain itu, Gedung Expo Sampit di depan Stadion 29 November juga mengalami nasib serupa. Bangunan yang menelan anggaran lebih dari Rp30 miliar itu terancam mengalami kerusakan lebih cepat jika tidak segera dikelola.
"Saya sepakat jika pengelolaan aset ini didorong, baik melalui pihak ketiga atau swasta, meskipun ada kasus hukum yang masih bergulir," tambahnya.
Jhon Krisli mengakui bahwa proyek-proyek tersebut dulu disetujui oleh pihaknya dengan harapan dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, dalam praktiknya, banyak proyek justru tidak berfungsi dan malah terindikasi terjadi penyimpangan anggaran.
"Dari proyek tahun jamak saat itu, yang benar-benar berguna hanya Jalan Tjilik Riwut karena memang dimanfaatkan sebagai sarana lalu lintas. Sementara proyek lain rata-rata terbengkalai dan tidak terurus hingga saat ini," tandasnya.
Pernyataan Jhon Krisli ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengelola aset-aset tersebut sebelum semakin rusak dan menjadi beban keuangan daerah. (DEWI PATMALASARI/H)









