SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menghadirkan konsep baru dalam penyelenggaraan Pasar Ramadan tahun ini dengan menggandeng asosiasi UMKM dan pedagang. 

"Pasar Ramadan kali ini kita berkolaborasi dengan asosiasi UMKM dan asosiasi pedagang. Tenda-tenda akan didirikan di 2 lokasi yaitu di Jalan S Parman Taman Kota Sampit dan Jalan Yos Sudarso di depan Swalayan UMKM," ujar Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kotim, Fahrujiansyah, Rabu, 26 Februari 2025.

Terkait pembukaan acara, pihaknya masih mempertimbangkan lokasi dan mekanisme. Dirinya mempertimbangkan instruksi Presiden untuk efisiensi anggaran acara seremonial sehingga pembukaan direncanakan di Swalayan UMKM yang tidak perlu menyewa tenda.

"Kalau keinginan pedagang pembukaan tetap di Jalan S Parman, tetapi di sana kita perlu menyewa tenda. Nanti finalisasi keputusan ini akan ditentukan dalam rapat lintas sektor bersama OPD, pedagang, dan asosiasi UMKM," tambahnya.

Selain menggandeng UMKM, Pemkab Kotim juga melibatkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), perbankan dan distributor untuk mendukung acara ini.

Kegiatan ini pun berganti nama Gebyar Ramadan dimana pedagang takjil Pasar Ramadan ditempatkan di Jalan S Parman, sedangkan UMKM ditempatkan di Jalan Yos Sudarso. 

Hingga saat ini, terdata sekitar 70 UMKM akan berjualan di Jalan Yos Sudarso, menawarkan makanan ringan dan produk lainnya. Sementara jumlah pedagang Pasar Ramadan diperkirakan berkisar antara 70-80 pedagang.

"Pembukaan tetap dijadwalkan pada 1 Maret. Kami berharap acara ini bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi UMKM serta masyarakat," pungkas Fahrujiansyah. (DEWI PATMALASARI/H)