PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Maret 2025 yang juga merupakan bulan Ramadan, Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan sebesar 0,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"NTP tercatat naik dari 135,13 pada Februari 2025 menjadi 135,52 pada Maret 2025. Kenaikan ini dipengaruhi oleh peningkatan pada subsektor Hortikultura sebesar 5,56 persen, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,20 persen, dan subsektor Peternakan sebesar 0,23 persen." kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Kamis, 10 April 2025.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian atau NTU) juga mencatat kenaikan yang signifikan di bulan Maret 2025. NTUP naik sebesar 1,48 persen, dari 137,99 pada Februari 2025 menjadi 140,03 pada Maret 2025. Indikator ini menggambarkan kemampuan usaha rumah tangga pertanian untuk mengimbangi biaya konsumsi dan produksi, mencerminkan peningkatan daya beli petani di wilayah tersebut.

"Kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga atau IKRT turut mewarnai perkembangan ekonomi perdesaan di Kalimantan Tengah. IKRT meningkat sebesar 1,64 persen, dari 126,35 menjadi 128,42," jelasnya.

Peningkatan ini dipengaruhi oleh kenaikan pada beberapa kelompok pengeluaran, seperti Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 1,05 persen, Pakaian dan Alas Kaki 0,40 persen, serta Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga 14,99 persen.

NTP adalah indikator penting yang digunakan untuk mengukur daya beli petani perdesaan. Perhitungan NTP didasarkan pada rasio antara indeks harga yang diterima petani atau It dan indeks harga yang dibayar petani atau Ib, dikalikan dengan angka 100. NTP mencerminkan daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun digunakan dalam proses produksi.

Kenaikan nilai tukar petani mencerminkan perbaikan kondisi ekonomi petani di Kalimantan Tengah. Subsektor Hortikultura, yang mencakup komoditas seperti cabai dan buah-buahan, mencatat peningkatan terbesar. Sementara itu, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat dan Peternakan memberikan kontribusi yang stabil terhadap perkembangan NTP.

"Dengan berbagai peningkatan pada Maret 2025, Kalimantan Tengah menunjukkan adanya tren positif dalam perkembangan ekonomi perdesaan. Hal ini memberikan harapan bahwa kesejahteraan petani dan rumah tangga perdesaan akan terus meningkat, seiring dengan berkembangnya sektor pertanian di wilayah tersebut," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/H)