SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui  Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan setempat memprioritaskan perbaikan sambungan rumah (SR) baru atau instalasi air bersih di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.

“Dari 220 SR yang harus diperbaiki karena tidak berfungsi, pada tahun 2024 kita bisa usahakan perbaikan 50 SR dan pembangunan 9 SR baru dengan anggaran yang tersedia," kata Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Kotim, Rafiq Riswandi, Senin, 14 April 2025.

Untuk wilayah selatan, saat ini jaringan air bersih PDAM sudah mencapai Desa Parebok Kecamatan Teluk Sampit.  Pemerintah daerah bertekad melanjutkan peningkatan instalasi air bersih hingga desa paling ujung yakni Desa Ujung Pandaran. 

Rafiq menambahkan bahwa masih ada 170 SR yang membutuhkan perbaikan.  Biaya perbaikan satu SR ditaksir sebesar Rp5 juta, sehingga total dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki 170 SR tersebut mencapai Rp850 juta.

“Kita perjuangkan agar perbaikan 170 SR sisanya dapat terselesaikan di APBD Perubahan 2025 atau APBD murni 2026. Insya Allah, jika anggarannya tersedia, maka perbaikan tersebut dapat kita tangani,” ujar Rafiq penuh harap.  

--page

Tidak hanya Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kecamatan Pulau Hanaut juga menjadi prioritas dibangunnya instalasi air bersih, karena yang sering mengalami kesulitan air bersih saat kemarau karena intrusi air laut.

"Kecamatan itu berada di seberang sungai dan warganya juga sering kesulitan air bersih saat kemarau karena sumur dangkal, sementara air sungai menjadi payau atau berasa asin akibat intrusi air laut," ujarnya. (DEVIANA/Y)